SELAMAT DATANG ---- UTAMAKAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA ----

Selasa, 30 November 2010

HAL PENTING YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PEKERJA LAS



Pekerjaan atau pengelasan saat ini bukanlah pekerjaan yang asing. Di rumah ataupun di lingkungan tempat kita tinggal hasil pekerjaan las selalu tampak oleh kita, mulai dari pintu , pagar, teralis jendela, dan juga perabot rumah tanggal. Padahal ada bahaya tersembunyi dalam pekerjaan las itu.

A.    Penanganan dan Penyimpanan Botol-Botol Gas
Banyak pekerjaan pengelasan menggunakan bahan bakar gas dan ada bahaya api serta ledakan yang mengintai.
Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  1. Pastikan dan perhatikan label pada pada gas sebelum dipakai. Jangan terlalu yakin bahwa botol gas yang akan dipakai berisi oksigen (O2), karena ada risiko isinya berbeda.
  2. jika memindahkan botol, harus tetap berdiri tegak dan tutup pengaman kepala botol selalu terpasang. Sebaiknya memakai kereta botol gas.
  3. Gunakan gas dan botol yang asli dari pabrik pemasok. Jika botol sudah kosong, tutuplah keran, lepaskan regulator dan pasang kembali tutup pengaman botol, dan beri tanda bahwa botol sudah kosong.
  4. Sebelum memindahkan atau menyimpan botol gas setelah selesai bekerja, kosongkan sisa gas pada selang penyalur dan petunjuk tekanan harus menunjukkan angka nol. Seleai bekerja tutuplah kran sampai rapat dan jangan lupa tutup pengaman kepala botol harus dipasang.
  5. Botol yang masih terisi dan yang kosong harus disimpan terpisah. Jangan menyimpan botol gas oksigen (O2) dekat dengan botol gas Acetylene dan LPG.
  6. Simpan botol dengan aman dari benturan, terpisah dan terlindung dari sinar  matahari langsung, hujan, sumber-sumber panas juga dari kemungkinan kebocoran arus listrik dari kabel listrik.

B.     Ledakan dan Kebakaran
Tata tertib yang baik di ruang kerja sangat membantu dalam mencegah terjadinya api dan ledakan. Tempat kerja arus selalu bersih, rapi, dan bebas dari bahan-bahan yan mudah terbakar dan meledak. Jika mengelas ditempat yang tinggi, pasanglah sekat api yang terbuat dari seng atau tirai yang tahan api untuk mencegah menyebarnya bara api yang jatuh. Lantai yang retak, berlubang, atau bercelah harus segera ditutup untuk mencegah masuknya percikan bunga api dan metal menyala.

Banyak luka bakar kecil terjadi akibat tidak dipakainya alat pelindung diri ataupun memakai pelindung diri tetapi tidak benar / tepat untuk mencegah luka bakar pada lengan, palailah sarung tangan las yang sesuai dan lengan baju kerja jangan digulung. Berilah tanda  ‘ Panas ’ atau beri tutup maupun pelindung benda kerja yang baru dilas, agar tidak dipegang atau tersentuh oleh pekerja lain.

C.     Sengatan Arus Listrik
Serangan arus listrik umumnya berasal dari kabel yang isolasinya rusak / sobek, sambungan yang tidak terisolasi dengan baik, atau akibat pembumian / arde peralatan yang tidak berfungsi dengan baik. Sarung tangan dan pakaian kerja yang basah atau lembab, lantai yang basah, dan udara lembab juga menjadi penyebab sengatan arus listrik.
Untuk mengurangi risiko sengatan listrik saat mengelas pada lantai kerja dari pelat baja, gunakan karpet atau alas kaki yang bersifat isolator.

Pakailah sarung tangan karet sebelum memakai sarung tangan kulit jika bekerja pada kondisi basah dan lembab, juga jika saat tangan anda berkeringat karena panas. Jika ada yang tekena sengatan listrik, segera matikan sumber listrik.

Periksa denyut nadi, dan jika tidak terasa, berikan pernapasan buatan dan segera bawa ke dokter atau rumah sakit terdekat. Jika korban sadar, bawa ke tempat yang sejuk. Beri ia air minum dan segera bawa ke dokter.

 
D.    Pelindungan Diri Untuk Pekerjaan Las
Pekerjaan las harus memperhatikan semua bahaya yang bersumber dari cahaya/ sinar pada saat pengelasan baik sinar yang terlihat dan sinar yang tidak kelihatan. Tindakan keselamatan khusus diperlukan untuk pengelasan yang memakai sinar laser, pengelasan Argon, dll. Las laser dan las Argon sinarnya sangat terfokus dengan kuat cahaya yang tinggi, dan hal ini dapat menyebabkan penglihatan terganggu. Apalagi jika terpapar cahaya lansung dapat membuat mata perih dan kadangkala bisa menimbulkan ‘Buta sesaat ’ jika mata terkena sinar las dalam waktu yang tertentu. Sinar yang tampak yang biasanya dipantulkan oleh dinding atau permukaan yang licin/mengkilat dapat membuat mata sakit bagi mereka yang tidak memakai kacamata pelindung las.
Sinar lain yang membahayakan yang berasal dari pengelasan adalah sinar yang tidak dapat dilihat atau tidak tampak dan tidak kita rasakan adalah :

1.   Sinar Inframerah dan Sinar Ultraviolet.  

Sinar inframerah adalah sinar yang membuat rasa panas. Jika pekerja terpapar sinar ini ia akan merasakan perubahan temperatur pada kulitnya. Jika mata terpapar radiasi sinar inframerah tanpa pelindung yang memadai, bisa mempercepat timbulnya katarak yang menyebabkan kebutaan karena terjadi lapisan keruh yang menutup lensa mata.

Sinar ultraviolet menyebabkan mata silau. Jika mata mulai peka terhadap cahaya ataupun berair dan mata perih seperti ada pasir di mata, adalah gejala terpapar sinar ultraviolet. Mata harus diistirahatkan, kompres dengan air dingin atau es, dan segera ke dokter mata.

Sinar X ( rontgen) ada sinar yang tidak kasat mata ( tidak terlihat).

Sinar  ini dihasilkan oleh cahaya elektron pengelasan dan sinar ini sering dipakai untuk memeriksa / menguji mutu hash pengelasan. Menyekat lokasi pengelasan sangat penting untuk mencegah radiasi terhadap pekerja lain.

Untuk melindungi mata dari bahaya sinar-sinar di atas, memakai masker las sangat mutlak perlu. Jendela kaca pada masker dibuka hanya saat memeriksa hasil las, selain itu harus tertutup saat mengelas. Jika mengelas diarea terbuka, orang-orang disekitar tempat kerja sebaiknya juga memakai kacamata pelindung, dan tempat kerja las disekat.

  1. Debu , Asap dan Gas-gas
Asap, debu, dan gas-gas berbahaya berasal dari logam dasar dan bahan tambahan yang dipakai, bahan pelapis, pelapis kawat las, juga berasal dari reaksi akibat proses pengelasan.

Demam karena uap logam disebabkan oleh menghirup asap yang dihasilkan dari pengelasan benda kerja yang digalvanis (dilapis dengan timah).

Partikel-partikel  bereaksi di paru-paru dan membuat pekerja yang menghirupnya merasa sakit beberapa jam setelah terpapar gas-gas yang dihasilkan dari pengelasan dan dapat mengakibatkan sakit paru-paru, antara lain paru-paru basah dan bronkhitis. Bahaya keracunan seperti diatas dapat dihindari jika pekerja pasang ventilasi buatan.

Bahaya yang berasal dari pemakaian bahan-bahan pelarut (solvent) juga harus diperhatikan. Bersihkan bahan/ benda kerja yang akan di las dari sisa-sisa bahan yang mengandung minyak, resin, cat dan lain-lain yang menempel, sebelum mulai mengelas, karena pemanasan sisa-sisa bahan-bahan tersebut akibat api las akan menghasilkan uap yang beracun.

Pekerja juga harus waspada terhadap uap yang berasal dari bahan pelarut yang mengandung  klor (Chlorinated solvent) yang tidak boleh terpapar sinar ultra violet, karena bisa menghasilkan gas yang mematikan. Simpan dan pisahkan bahan-bahan pelarut di tempat terpisah dan jangan memakai pelarut untuk membersihkan benda kerja yang akan di las.

Contoh Kasus kecelakan Karena Las :

  1. Ledakan pada botol gas LPG. Disebabkan ada tekanan balik dari botol gas oksigen (O2) yang masih penuh mengalir ke botol gas LPG.
  2. Ledakan saat memotong drum bekas. Dalam drum bekas ada sisa resin, dan drum tidak dicuci / diisi air.
  3. Luka terjatuh akibat kaget terkena arus listrik saat mengelas sambil bersimpuh di lantai plat baha tanpa pelindung isolator.
  4. Arus las listrik melelehkan kawat pengikat isolator panas yang kendur dan membakar karet isolator, karena jarak titik las dan grounding jauh.

1 komentar:

  1. Artikelnya sangat membantu, trimah kasih.

    BalasHapus