SELAMAT DATANG ---- UTAMAKAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA ----

Minggu, 20 September 2015

SAFETY LEADERSHIP


Safety Leadership


Pengantar :

 

Menurut pakar leadership John. C. Maxwell ”Leadership is influence no more no less. Artinya kepemimpinan itu  memberikan pengaruh tidak lebih tidak kurang, memberikan pengaruh yang dimaksud disini adalah mempengaruhi orang agar melakukan apa yang kita mau, sehingga terjalin kerjasama dan sinergy saat bekerja dalam team dan pada akhirnya dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kita semua,

 

Maxwell kemudian membagi dalam lima model yaitu :

1.    Position (people follow because they have to)

artinya orang mengikuti pemimpin karena posisinya, jika anda tidak punya posisi lagi maka orang orang tidak akan lagi memperdulikan apapun yang anda katakan.

 

2.    Permission ( People follow because they want to)

artinya orang mengikuti pemimpinya karena mereka ingin mengikuti, hal ini tidak tergantung dari posisinya sebagai apa, tetapi karena hubungan yang baik yang terbina antara pemimpin  dan yang dipimpin sehingga yang dipimpin selalu mengikutinya.

 

3.    Production (people follow because of what you have done for organization) artinya orang mengikuti pemimpinnya karena apa yang telah pemimpin lakukan untuk organisasinya, walaupun tidak ada imbal balik diantara mereka secara langsung orang-orang akan mengikuti pemimpinnya karena apa yang telah dilakukan oleh pemimpin itu bagi organisasinya.

 

4.    People Development (people follow because of what you have done for them) artinya orang mengikuti pemimpinya karena apa yang telah pemimpin lakukan bagi mereka (bagi yang dipimpin), mereka sadar bahwa dengan mengikuti pemimpinnya mereka akan mendapatkan manfaat untuk dirinya.

 

5.    Pinnacle / respect (people follow because of who you are and what you represent) artinya orang mengikuti pemimpinnya karena respect. Karena telah melihat siapa pemimpinnya dan apa yang pemimpin wakili.

Saya kira dalam bidang K3 atau safety akan kurang lebih sama, hanya kadang kita cukup puas bila orang mengikuti apa yang kita mau karena mereka memang harus mengikuti artinya leadership kita baru masuk level pertama.

 

 

 

 

Apa yang harus dilakukan.

 

Sebelum kita melangkah ke apa yang seharusnya dilakukan sebagai seorang leader kita harus faham bahwa leader (pemimpin) belum tentu seorang superior (atasan) ini tidak terkait langsung dengan posisi atau jabatan, walaupun seorang atasan (yang punya jabatan) secara umum pasti memimpin.

 

Bicara tentang safety leadership berarti mempengaruhi orang untuk berperilaku aman, kita bisa melakukan hal hal sebagai berikut :

1.    Evaluasi. Ingat bahwa tidak ada seorangpun yang mau celaka,

Tugas kita adalah melihat potensi dan kekuranganya, kemudian apa yang orang inginkan, juga penting untuk mengetahui sejauhmana pengetahuan dan kepeduliannya terhadap aspek keselamatan. Pengaruhi orang lain agar perilakunya mendorongnya berperilaku aman / tidak celaka.

 

2.    Tetapkan apa harapan anda sebagai leader,

Jelaskan dengan baik apa tujuannya berperilaku aman dan apa manfaatnya bagi mereka. Bagaimana cara berperilaku aman yang benar serta tahapan yang harus dilalui sesuai SOP.

 

3.    Memberikan contoh,

Walaupun kita mempunyai pengetahuan yang luas tentang K3 namun bila perilaku kita tidak mencerminkan orang yang berbudaya K3 maka sangatlah sulit mengajak orang berbudaya K3. Orang lebih percaya dengan apa yang mereka lihat dari pada apa yang mereka dengar ( the best way to inform them is to show them)

 

4.    Mengajak berfikir tentang K3,

Mengajak orang lain berfikir bagaimana melakukan pekerjaan berbahaya dengan selamat juga langkah yang baik dalam leadership K3 dan membiasakan berfikir sejenak tentang resiko dan bagaimana cara penanggulangannya adalah bagian dari membudayakan K3.

 

5.    Melibatkan karyawan,

Saat kita merencanakan kontrol risiko dalam membuat IBPRPP alangkah lebih baik kalau melibatkan karyawan untuk ikut berperan serta , karena disamping karyawan bertambah pengetahuannya juga orang yang merasa terlibat akan ikut merasa bertanggung jawab.

 

6.    Memberikan kewenangan,

Dalam bidang K3 mendengar ide ide tentang cara lain melakukan pekerjaan lebih aman dan mendiskusikan dengan kelompok juga mendorong orang lebih kreative dalam melakukan kontrol resiko.Jangan takut untuk mendiskusikan cara kerja baru yang lebih aman.

7.    Lakukan diskusi secara personal dari hati ke hati juga sesuatu yang baik dalam bidang K3.Jika ada anggota kelompok melakukan kesalahan yang berpotensi adanya kecelakaan, ada baiknya anda panggil secara personal mengapa hal tersebut terjadi. Carilah  potensi apa yang mendorong dia melakukan hal tersebut, kemudian arahkan dan diskusikan langkah yang benar.

 

8.    Memberikan sanksi, Walaupun memberikan sanksi itu baik untuk pembinaan perilaku, namun seringkali kurang effective jika tidak dikomunikasikan dengan baik. Mengapa ? karena sederhana saja bahwa kita bisa memberikan sanksi untuk setiap kesalahan yang kita lihat, kemudian apakah setiap kesalahan bisa kita lihat, Hal ini bisa menyebabkan sanksi tidak dapat diberikan secara konsisten. Dan sanksi hanya akan effective bila dilakukan dengan segera setelah kesalahan dilakukan.

 

9.    Berikan pujian saat orang berperilaku aman, ini sangat jarang dilakukan, memberikan pujian saat orang berperilaku aman akan mendorong orang untuk melakukanya hal sama dan meningkatkan kepedulian. Efek negatif ingin dipuji akan hilang dengan sendirinya.

 

Demikianlah  ulasan tentang leadership K3, Marilah kita biasakan untuk berbagi ilmu tentang K3 agar diri kita dan rekan kerja kita dapat bekerja dengan aman dan dapat menghidupi keluarganya lebih lama.

BAHAYA KEBAKARAN HUTAN


Menurut Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) musim kemarau tahun 2015 akan berlangsung sampai bulan Desember 2015. Musim kemarau yang panjang akan mengakibatkan lingkungan menjadi lebih kering termasuk semak semak dan pepohonan. Selain bahaya debu dan sengatan teriknya Matahari, bahaya lain yang perlu kita waspadai adalah kebakaran lahan dan hutan, kabut asap dan terganggunya pernafasan.

Harus kita sadari bersama bahwa area tambang kita berada di kawasan hutan baik hutan produksi maupun hutan lindung.

 

Larangan membakar hutan

 

Menurut Undang-Undang nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan pasal 50 ayat 3 huruf d ”setiap orang dilarang membakar hutan” sedangkan di bagian huruf  l ” setiap orang dilarang membuang benda benda yang dapat menyebabkan kebakaran dan kerusakan serta membahayakan keberadaan atau kelangsungan fungsi hutan kedalam kawasan hutan” 

 

Maksudnya adalah bahwa larangan tersebut ditujukan untuk setiap orang bukan untuk suatu instansi tertentu dan ancaman hukumannya juga ditujukan kepada pelaku (perorangan) larangan meliputi membakar hutan serta membuang benda yang dapat menimbulkan kebakaran seperti puntung rokok yang masih menyala. Adapun ancaman hukumannya ada di pasal 78 ayat 3 yang berbunyi ” Barang siapa dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 50 ayat 3 huruf d diancam dengan pidana penjara paling lama limabelas tahun dan denda paling banyak lima milyar rupiah” dan pasal 78 ayat 11 berbunyi ” barang siapa dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 50 ayat 3 huruf l diancam dengan pidana paling lama tiga tahun dan denda paling banyak satu milyar rupiah.

 

Sedangkan untuk instansi dimana memegang izin pemanfaatan hutan dan terjadi kebakaran hutan maka sanksinya mengacu pada pasal 78 ayat 14 ” Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 50 ayat 1, 2 dan 3 apabila dilakukan oleh dan  atau atas nama badan hukum atau badan usaha, tuntutan dan sanksi pidananya dijatuhkan terhadap pengurusnya, baik sendiri sendiri maupun bersama sama, dikenakan pidana sesuai dengan ancaman pidana masing masing ditambah dengan 1/3 (sepertiga) dari pidana yang dijatuhkan” Maksudnya bila badan hukum yang melanggar sanksinya ditambah sepertiga  bila dibadingkan jika dilakukan oleh perseorangan.

 

Tips cara pencegahan kebakaran hutan.

 

Ada beberapa cara berikut untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan antara lain :

1.    Jangan membakar sampah sebarangan. Sesuai dengan aturan umum yang berlaku di PT Indominco Mandiri bahwa siapapaun dilarang membakar sampah di area PT IMM , kecuali mendapat izin khusus dari KTT dan dengan pengawasan yang ketat, tujuannya adalah untuk menghindari kebakaran hutan dari membakar sampah tersebut.

2.    Jangan membuang puntung rokok yang masih menyala. Harus dibiasakan bagi para perokok untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan apalagi yang masih menyala. Buanglah puntung rokok ditempat yang sudah disediakan dan pastikan apinya sudah padam.

3.    Batu bara yang terbakar segera dimatikan, Seperti kita ketahui  bersama bahwa batu bara dapat terbakar dengan sendirinya (spontaneous combustion), bila kita melihat batu bara yang terbakar segera matikan bila mampu, bila tidak segera informasikan ke pihak terkait agar segera dilakukan pemadaman dengan bantuan peralatan.

4.    Memberikan penyuluhan pencegahan kebakaran hutan. Cara lainya untuk mencegah kebakaran hutan adalah melakukan penyuluhan kepada karyawan perusahaan pemilik izin dan juga masyarakat sekitar hutan untuk melakukan pencegahan kebakaran hutan.

5.    Lakukan penyiraman disekitar fasilitas. Bila tersedia cukup air lakukan penyiraman disekitar kantor atau fasilitas lainya, selain dapat mengurangi debu dapat juga membuat tanaman tetap tumbuh dan tidak kering sehingga sulit terbakar.

 

Demikian artikel tentang pencegahan kebakaran hutan, agar dapat kita cegah terjadinya kebakaran hutan bersama sama, yang perlu diingat bila hutan terbakar selain merugikan kita semua sanksi hukumnya juga cukup berat.

 



Kamis, 03 November 2011

CONTROL YOUR RIGHT FOOT !!! USAHA UNTUK MEMINIMALKAN PENGGUNAAN BBM BERKAITAN DENGAN PENGOPERASIAN KENDARAAN BERMOTOR


Pengoperasian Kendaraan secara benar, selain dapat menciptakan suasana keselamatan kerja ternyata juga dapat mempengaruhi  terhadap tingkat efisiensi pengunaan bahan bakar. Bahan bakar yang dipergunakan untuk pengoperasian kendaraan di lingkungan PT.Indominco Mandiri saat ini adalah menggunakan bahan bakar solar yang merupakan bahan bakar fosil yang tidak dapat digantikan.
Usaha hemat BBM sangat dibutuhkan. Peran serta dari anda semua akan sangat berarti dan bermanfaat sangat besar bilamana langkah-langkah penghematan seperti ini dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh karyawan .
Bagi anda yang biasanya mengendarai kendaraan di perusahaan atau memiliki  kendaraan pribadi, berikut ini ada beberapa tips agar kendaraan kita hemat BBM :
1.       Menjaga agar ban dipompa dengan tekanan angin yang sesuai.
Tekanan ban kempes akan menambah boros 2% untuk setiap penurunan 1psi dalam tekanan disemua ban mobil. Untuk tekanan yang tepat akan menghemat BBM sejumlah 4%
2.       Mengganti penyaring udara .
Gantilah saringan setiap 4 bulan atau sesuai dengan tingkat debu di daerah anda.
3.       Periksa kendaraan secara rutin.
Lakukan pemeriksaan atau P2H secara rutin meliputi tekanan ban, oli, lampu-lampu, sumbatan penyaringan udara dan aki. Jika anda menemukan kerusakan segera hubungi bagian maintenance kendaraa.
4.       Berkendara secara mulus,
Ini artinya menginjak gas secara lembut dan menekan pedal rem secara perlahan-lahan. Jaga jarak dengan kendaraan di depan dengan jarak aman 2 detik agar tidak mengerem mendadak.
5.       Kontrol dan kurangi kecepatan.
Setiap kendaraan mempunyai titik hemat BBm optimal yang berbeda.Ingat : setiap kali anda mempercepat laju kendaraan anda 5 km/jam diatas 90 km/jam akan meningkatkan konsumsi BBM 5 %. Kemudikan kendaraan dengan selalu mematuhi batas kecepatan maksimal di jalan yang anda lalui.
6.       Buang beban yang berlebioh dari kendaraan anda.Jangan mengangkut barang secara berlebih. Setiap kelebihan sebesar 45kg akan berdampak pada peningkatan konsumsi BBM sebesar 2 %. Karena energi yang dikeluarkan untuk menggerakkan beban tambahan akan meningkatkan kebutuhan bahan bakar.
7.       Jangan biarkan mesin mobil dalam keadaan hidup bila mpbil tidak sedang dalam posisi berjalan.
Lebih efisien mematikan mesin dan menyalakan lagidaripada membiarkannya 1 atau 2 menit sementara anda menunggu.Membiarkan mesin menyala akan memboroskan BBM dan dan menyebabkan kerusakan jangka panjang pada mesin.
8.       Gunakan Pengingin udara seperlunya.
Penggunaan AC dapat meningkatkan pemakaian BBM sebesar 20%. Saat cuaca tidak terlalu panas dan tidak berdebu sebaiknya buka saja kaca jendelanya. Namun jika anda mengendarai mobil keluar kota dengan kecepatan 80km/jam penggunaan AC lebih baik dari pada membuka kaca jendela, karena hal ini dapat menciptakan hambatan aerodinamis. Selain itu jika kondisi di dalam mobil lebih panas dari pada diluar, sebaiknya kaca jendela dibuka terlebih dahulu beberapa menit sebelum menyalakan AC .
9.       Rencanakan dulu route perjalanan anda sebelum menyalakan mobil.
Gunakan route perjalanan yang pendek dan tempat mana saja yang akan anda singgahi, agar anda nantinya tidak bolak-balik dalam menempuh perjalanan.
10.   Jaga kebugaran dan atur rasa lelah anda.
Saat berkendara, anda harus selalu sadar dan berkonsentrasi, agar bisa berkendara dengan efisien dan selamat sampai tujuan.
11.   Rawat kendaraan anda secara berkala,
sesuai dengan instruksi dalam buku panduan. Mesin kendaraan yang tidak terawat akan menyebabkan peningkatan konsumsi bbm sebesar 50% dan memproduksi emisi 50% lebih banyak .Contoh : lakukan penggantian oli setiap 5000 km , mengganti oli transnisi setiap 40.000 km dan lainnya.
12.   Selalu menginjak kopling sebelum menyalakan mesin.
Hal ini hanya untuk kendaraan bertransmisi manual. Dengan menginjak kopling maka  akan mengurangi tekanan pada roda gila dan menurunkan friksi yang bisa menghemat BBM.
13.   Mengemudikan pada gigi yang tepat, untuk transmisi otomatis, biarkan computer menentukan gigi yang tepat. Untuk kendaraan manual pilih gigi dengan RPM terendah. Menggunakan gigi rendah daripada yang diperlukan dapat membuang-buang bbm dan menggunakan gigi terlalu tinggi pada saat menaiki bukit juga boros bbm. Untuk kendaraan manual anda dapat menaikkan gigi ke atas segera setelah mobil terdengar terasa nyaman dengan gigi yang lebih tinggi , tetapi tanpa harus menginjak gas lebih tinggi.
14.   Anda tak perlu memanaskan mobil berlama-lama sebelum menjalankannya. Waktu 30 detik sudah cukup untuk memanaskan mesin dan menjalankan sirkulasi oli mesin.
15.   Program Smartway san drivewise dari Environmental Protection Agency merekomendasikan untuk mematikan mesin jika anda berhenti lebih dari 30 detik.

Mari bersama-sama menghemat BBM dengan cara menjadi pengemudi yang bijaksana

Jumat, 28 Oktober 2011

Kewaspadaan Terhadap Bahaya Kebakaran Listrik


Kebakaran bisa timbul oleh 3 hal, yaitu Bahan (yang mudah ter-) Bakar, Oksigen, Panas. Kebakaran akibat hubungan pendek arus listrik biasanya diawali dengan percikan api yang ditimbulkan oleh gesekan akibat arus listrik. percikan api tersebut bisa menjadi sebuah ledakan yang kecil maupun besar. akibat dari percikan / ledakan tersebut maka api mulai menyulut ke barang-barang yang mudah terbakar di daerah sekitar sumber percikan. Bahan-bahan tersebut seperti kertas, kain, kayu, kardus, minyak tanah, bensin, ataupun gas LPG. Pembesaran api terjadi karena udara yang semakin panas dan juga didukung adanya bahan-bahan yang mudah terbakar tersebut.

Ada beberapa tips yang dapat dilakukan :
-       Jangan menumpuk stop kontak pada satu sumber listrik karena beban arus semakin besar
-       Gunakan pemutus arus listrik (sekering) yang sesuai dengan daya tersambung, jangan dilebihkan atau dikurangi.
-       Kabel-kabel listrik yang terpasang di ruangan/kantor jangan dibiarkan ada yang terkelupas atau dibiarkan terbuka. Rawatlah dengan menggunakan selotip hitam (khusus kabel)
-       Jauhkan sumber-sumber listrik seperti stop kontak, saklar dan kabel-kabel listrik dari jangkauan anak-anak dan bahan-bahan yang mudah terbakar seperti yang sudah disebutkan diatas.
-       Biasakan menggunakan material listrik, seperti kabel, saklar, stop kontak, steker (kontak tusuk) yang telah terjamin kualitasnya dan berlabel SNI (Standar Nasional Indonesia) / LMK (Lembaga Masalah Kelistrikan) / SPLN (Standar PLN). Agak sedikit mahal yang panting aman dan awet
-       Pangkaslah pepohonan yang ada di area kerja jika sudah mendekati atau menyentuh jaringan kabel listrik atau anda dapat juga melaporkannya untuk tindakan lanjutan dari departemen yang berwenang.
-       Gunakan listrik yang memang haknya, jangan mencoba mencantol (mencuri) listrik, mengutak-atik KWH Meter atau menggunakan listrik secara tidak sah. Selain dosa itu juga berbahaya.

-       Biasakan bersikap hati-hati, waspada dan tidak ceroboh dalam menggunakan listrik. Jangan mencolokan/mencabut arus listrik saat tangan Anda basah (air bersifat konduktor)
Tambahan :
-       Rawatlah kabel-kabel listrik di tempat Anda bekerja, apabila sudah sobek pelapisnya maka jangan sungkan untuk menggantinya atau menambalnya dengan selotip hitam
-       Cabut kabel listrik Anda jika cuaca sedang hujan disertai petir dan juga cabut apabila Anda ingin bepergian.
-       Jangan biarkan alat elektronik dalam keadaan stand by apabila Anda sedang diluar kantor.
-       Jangan letakan benda berisi cairan (gelas/akuarium) diatas alat elektronik Anda.
-       Jangan mengelap layar monitor/ TV anda dengan lap yang basah saat sedang menyala
-       dll
Apabila terjadi kebakaran, maka INGAT! JANGAN PANIK. Tetap tenang untuk mencoba memadamkan api tersebut menggunakan APAR, karung goni/handuk basah, jauhkan barang-barang yang mudah terbakar, jauhkan gas/minyak tanah, matikan sekering listrik, meminta pertolongan dan hubungi petugas pemadam kebakaran.

Bahaya Debu




I. PENGERTIAN
Debu merupakan salah satu bahan yang sering disebut sebagai partikel yang melayang di udara (Suspended Particulate Matter / SPM) dengan ukuran 1 mikron sampai dengan 500 mikron. Dalam kasus pencemaran udara, baik dalam maupun di ruang gedung (Indoor and Out Door Pollution) debu sering dijadikan salah satu indikator pencemaran yang digunakan untuk menunjukan tingkat bahaya baik terhadap lingkungan maupun terhadap kesehatan dan keselamatan kerja. Partikel debu akan berada di udara dalam waktu yang relatif lama dalam keadaan melayang layang di udara kemudian masuk ke dalam tubuh manusia melalui pernafasan. Selain dapat membahayakan terhadap kesehatan juga dapat mengganggu daya tembus pandang mata dan dapat mengadakan berbagai reaksi kimia sehingga komposisi debu di udara menjadi partikel yang sangat rumit karena merupakan campuran dari berbagai bahan dengan ukuran dan bentuk yang relatif berbeda beda.

II. MACAM-MACAM DEBU
Dari sifatnya debu dikategorikan pada:
  • Sifat pengendapan, yaitu debu yang cenderung selalu mengendap karena gaya gravitasi bumi.
  • Sifat permukaan basah, sifatnya selalu basah dilapisi oleh lapisan air yang sangat tipis.
  • Sifat penggumpalan, karena sifat selalu basah maka debu satu dengan yang lainnya cenderung menempel membentuk gumpalan. Tingkat kelembaban di atas titik saturasi dan adanya turbelensi di udara mempermudah debu membentuk gumpalan.
  • Debu listrik statik, debu mempunyai sifat listrik statis yang dapat menarik partikel lain yang berlawanan dengan demikian partikel dalam larutan debu mempercepat terjadinya penggumpalan.
  • Sifat opsis, partikel yang basah/lembab lainnyadapat memancarkan sinar yang dapat terlihat dalam kamar gelap.

Dari macamnya debu juga dapat dikelompokan kedalam Debu Organik (debu kapas, debu daun-daunan, tembakau dan sebagainya)., Debu Mineral (merupakan senyawa komplek : SiO2, SiO3, arang batu dll) dan Debu Metal (Debu yang mengandung unsur logam: Pb, Hg, Cd, Arsen, dll).
Dari segi karakter zatnya debu terdiri atas Debu fisik (debu tanah, batu, mineral, fiber) Kimia (Mineral organik dan inorganik) Biologis ( Virus, bakteri, kista) dan debu radio aktif. Ditempat kerja jenis jenis debu ini dapat ditemui di kegiatan pertanian, pengusaha keramik, batu kapur, batu bata, pengusaha kasur, pasar tradisional, pedagang pinggir jalanan dan lain lain.

III. AMBANG BATAS DEBU
Ukuran debu sangat berpengaruh terhadap terjadinya penyakit pada saluran pernafasan.Dari hasil penelitian ukuran tersebut dapat mencapai target organ sebagai berikut:


  • 5-10 mikron = akan tertahan oleh saluran pernafasan bagian atas
  • 3-5 Mikron akan tertahan oleh saluran pernafasan bagian tengah
  • 1-3 mikron sampai dipermukaan alveoli
  • 0,5-0,1 mikron hinggap dipermukaan alveoli/selaput lendir sehingga menyebabkanvibrosis paru
  • 0,1-0,5 mikron melayang dipermukaan alveoli. Menurut WHO 1996 ukuran debu partikel yang  membahayakn adalah berukuran 0,1 – 5 atau 10 mikron. Depkes mengisaratkan bahwa ukuran debu yang membahayakan berkisar 0,1 sampai 10 mikron.

IV. DAMPAK PENCEMARAN UDARA OLEH DEBU
Partikel debu selain memiliki dampak terhadap kesehatan juga dapat menyebabkan gangguan sebagai
berikut:
1. Gangguan aestetik dan fisik seperti terganggunya pemandangan dan pelunturan warna bangunan dan pengotoran.
2. Merusak kehidupan tumbuhan yang terjadi akibat adanya penutupan pori pori tumbuhan sehingga mengganggu jalannya photo sintesis.
3. Merubah iklim global regional maupun internasional
4. Menganggu perhubungan/ penerbangan yang akhirnya menganggu kegiatan sosial ekonomi di masyarakat.
5. Menganggu kesehatan manusia seperti timbulnya iritasi pada mata, alergi, gangguan pernafasan dan kanker pada paru-paru. Efek debu terhadap kesehatan sangat tergantung pada: Solubity (mudah larut), Komposisi Kimia, Konsentrasi Debu, dan Ukuran partikel debu

IV. JENIS PENYAKIT AKIBAT KERJA YANG DIAKIBATKAN OLEH DEBU
  • Pneumokoniosis disebabkan oleh debu mineral pembentukan jaringan parut (Silikosis,antrakosilikosis, asbestosis) Gejala penyakit ini berupa sakit paru paru, namun berbeda dengan penyakit TBC paru.
  • Silikosis adalah penyakit yang paling penting dari golongan penyakit Pneumokonioses. Penyebabnya adalah silika bebas (SiO2) yang terdapat dalam debu yang dihirup waktu bernafas dan ditimbun dalam paru paru dengan masa inkubasi 2-4 tahun. Pekerja yang sering terkena penyakit ini umumnya yang bekerja di perusahaan yang menghasilkan batu-batu untuk bangunan seperti granit, keramik, tambang timah putih, tambang besi, tambang batu bara, dan lain lain.Gejala penyakit ini dapat dibedakan pada tingkat ringan sedang dan berat. Pada tingkat Ringan ditandai dengan batuk kering, pengembangan paru-paru. Pada lansia didapat hyper resonansi karena emphysema.Pada tingkat sedang terjadi sesak nafas tidak jarang bronchial, ronchi terdapat basis paru paru. Pada tingkat berat terjadi sesak napas mengakibatkan cacat total, hypertofi jantung kanan, kegagalan jantung kanan.



  • Anthrakosilikosis ialah pneumokomiosis yang disebabkan oleh silika bebas bersama debu arang batu. Penyakit ini mungkin ditemukan pada tambang batu bara atau karyawan industri yang menggunakan bahan batu bara jenis lain. Gejala penyakit ini berupa sesak nafas, bronchitis chronis batuk dengan dahak hitam (Melanophtys).
  • Asbestosis adalah jenis pneumokoniosis yang disebabkan oleh debu asbes dengan masa latennya 10-20 tahun. Asbes adalah campuran berbagai silikat. Yang terpenting adalah campuran magnesium silikat pekerja yang umumnya terkena penyakit ini adalah pengelola asbes, penenunan, pemintalan asbes dan reparasi tekstil yang terbuat dari asbes. Gejala yang timbul berupa sesak nafas, batuk berdahak/riak terdengan rhonchi di basis paru, cyanosis terlihat bibir biru. Gambar radiologi menunjukan adanya titik titik halus yang disebut “Iground glass appearance”, batas jantung dengan diafragma tidak jelas seperti ada duri duri landak sekitar jantung (Percupine hearth), jika sudah lama terlihat penumpukan kapur pada jaringan ikat.
  • Berryliosis, Penyebabnya adalah debu yang mengandung Berrylium, terdapat pada pekerja pembuat aliasi berrylium tembaga, pada pembuatan tabung radio, pembuatan tabung Fluorescen pengguna sebagai tenaga atom.
  • Byssinosis disebabkan oleh debu kapas atau sejenisnya dikenal dengan : Monday Morning Syndroma”atau”Monday Fightnesí” Sebag gejala timbul setelah hari kerja sesudah libur, terasa demam, lemah badan, sesak nafas, baruk-batuk,“Vital Capacity” jelas menurun setelah 5-10 tahun bekerja dengan debu.
  • Stannosis Penyebab debu bijih timah putih (SnO)
  • Siderosis disebabkan oleh debu yang mengandung (Fe202)

V. PENGENDALAIAN/PENCEGAHAN
  • Terhadap sumbernya
Pengontrolan debu di ruang kerja terhadap sumbernya antara lain :
a. Isolasi sumber agar tidak mngeluarkan debu di ruang kerja dengan “ Local Exhauster”atau Dengan melengkapi Water Sprayer pada cerobong asap
            b. Subtitusi alat yang mengeluarkan debu dengan yang tidak mengeluarkan debu.
  • Pencegahan terhadap transmisi
a Memakai metoda basah yaitu, penyiraman lantai, pengeboran basah, (Wet Drilling)
b. Dengan alat (Scrubber, Electropresipitator, Ventilasi Umum)
  • Pencegahan terhap tenaga kerjanya
Antara lain menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) dengan menggunakan masker.