SELAMAT DATANG ---- UTAMAKAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA ----

Sabtu, 09 Oktober 2010

Cara Aman Menghindari Tersengat Arus Listrik

Listrik adalah suatu energi yang dapat dengan mudah diubah menjadi energi lain seperti energi panas, energi gerak, energi cahaya, dan lain sebagainya. Listrik memang saat ini tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari manusia karena hampir semua peralatan dan perlengkapan yang ada di rumah hanya dapat dijalankan jika dialiri arus listrik yang cukup.

Dibalik kemudahan pemakaian dan penggunaan listrik, ternyata listrik dapat membahayakan makhluk hidup yang berurusan dengannya. Bahaya mengancam bagi orang yang tidak waspada dan berhati-hati pada listrik yang tegangan tinggi. Jika sedang sial seseorang dapat terkena setrum listrik yang dapat menyebabkan kematian dan luka parah.

Tujuan Penyelidikan Kecelakaan

Anda adalah seorang pengawas keselamatan kerja, dan mungkin pernah dalam hati anda timbul pertanyaan untuk apa harus selalu rutin melakukan inspeksi terhadap segala kondisi yang membahayakan, serta harus selalu melakukan penyelidikan yang rumit hanya untuk mencari penyebab suatu kecelakaan ? Apakah mungkin ini hanya untuk satu tujuan dangkal, yaitu agar nanti dapat dengan mudah lepas tangan kalau terjadi kecelakaan sebab kecelakaan dapat terjadi dimana saja dan dapat menimpa siapa saja dan yang penting anda sudah melakukan tugas anda dengan baik ? Tidak, jawaban di atas sama sekali salah. 

Tujuan utama pelaksanaan penyelidikan suatu kecelakaan adalah MENCEGAH TERJADINYA SUATU KECELAKAAN YANG SAMA DIKEMUDIAN HARI. Dari aspek manapun kecelakaan sangat merugikan perusahaan maupun pekerja. Untuk itu maka pengawas diberi tugas penyelidikan dan tugas ini harus dapat dipertanggung jawabkan secara administrasi maupun secara naluri kemanusiaan.

Memang kita harus akui, bahwa dengan berakhirnya suatu penyelidikan penyebab suatu kecelakaan bukan berarti kecelakaan itu sudah dapat dihentikan, tetapi dengan melakukan suatu penyelidikan yang baik dapat membantu untuk menghindarkan kemungkinan kecelakaan yang sama terjadi lagi.
Sekarang kita coba menganalisa contoh sederhana berikut ini. Seorang pekerja kehilangan keseimbangannya dan jatuh dari sebuah tangga. Apa saja yang perlu diketahui ? Pertama, adalah apa yang membuat si korban kehilangan keseimbangannya ? Apakah ia mempergunakan tangga yang tidak baik, dan kalau benar demikian mengapa dia mempergunakannya, atau apakah mungkin tangga itu tiba-tiba menjadi tidak baik,atau tangga itu sudah usang. Kalau demikian adakah hal tersebut sudah pernah dilaporkan. Apakah si korban dalam memilih dan menggunakan tangga tersebut sesuai dengan petunjuk yang ada ? Apakah dia sudah mengikat ujung atas tangga tersebut dengan tali, dan apakah jenis kaki tangga yang digunakan sesuai dengan lantai, serta bagaimana kemiringan tangga waktu disandarkan ke dinding ? Apakah si korban melakukan tindakan tidak aman (Unsafe Act), atau mungkin dia sedang mengangkat suatu barang berat di tangannya atau dia mencoba menjangkau sesuatu sehingga kehilangan keseimbangannya ?

Demikianlah beberapa pertanyaan yang bersifat umum yang harus mendapat jawaban dengan baik, sebab penyelidikan kecelakaan itu nyata, terpadu dan menyeluruh; artinya kalau kita celaka, hal ini sama saja tidak mengetahui apa-apa. Jadi kita harus menyelidiki secara menyeluruh dan tuntas segala hal yang berhubungan dengan apa yang menjadi sumber/penyebab kecelakaan tersebut, sebab bisa saja hasil pemeriksaan suatu kecelakaan tertentu akan memberikan ide untuk tindakan pengamanan bagian lain di mana sifat bahaya yang ditimbulkan sama.

Berikut ini adalah beberapa tujuan penyelidikan kecelakaan :
1. Mencari penyebab langsung dari kecelakaan
2. Mencari penyebab dasar dari kecelakaan
3. Mencegah terulangnya kecelakaan yang sama dikemudian hari
4. Memberikan rekomendasi perbaikan
5. Mengembangkan kontrol yang sudah ada

Ingatlah sekali lagi bahwa kita melakukan pengawasan dan penyelidikan kecelakaan dengan baik dan seksama, bukanlah merupakan suatu persiapan untuk alasan melepaskan tanggung jawab dari tangan kita atau dalam hal ini hanya menyalakan si korban, tetapi adalah untuk satu tujuan yaitu AGAR KITA TIDAK TERPEROSOK LAGI DI LUBANG YANG SAMA.

Jumat, 08 Oktober 2010

Bahaya Listrik


Listrik yang kita gunakan dalam kehidupan kita sehari – hari baik di tempat kerja ataupun dalam rumah tangga mempunyai banyak manfaat misalnya : Untuk penerangan, untuk menghidupkan radio, komputer, mesin gerinda, mesin bor dan lain –lain akan tetapi listrik juga dapat menimbulkan malapetaka misalnya kebakaran atau bahkan menyebabkan kecelakaan yang berakibat fatal / meninggal.

Apa saja bahaya listrik itu …..????

1.   Sambungan Kabel Tidak Rapi

Sambungan kabel listrik yang tidak rapi atau longgar akan menimbulakan gesekan diantara kedua kabel tersebut sehingga menibulkan panas yang merupakan salah satu unsur api sehingga akan membakar insulating tape atau isolasi kabel tersebut dan membakar benda – benda yang berada di sekitarnya.

2.   Arus Berlebih dan Hubungan Singkat, Sekering Tidak Berfungsi.

Hubungan singkat yang terjadi dalam instalasi listrik akan menimbul kan bunga api listrik yang merupakan sumber panas dan merupakan salah satu unsur api sehingga dapat menimbulkan kebakaran, ketika terjadi arus berlebih sekering akan terputus dengan sendirinya akan tetapi terkadang sekering tidak dapat berfungsi sehingga menimbulkan kebakaran.

3.   Tersengat Arus Listrik.

Adanya sambungan yang tidak rapi dan tidak dilindungi dengan insulating tape, atau kabel listrik yang sudah terkelupas isolasinya akan dapat menyebabkan orang terkena sengatan arus listrik, efek yang terjadi akibet sengatan arus listrik sangat bergantung pada besarnya arus tersebut :

  0,5 mA : tidak terjadi efek.

• 1 mA : Terjadi gerakan reflek yang tidak terkendali ada kemungkinan kita akan membentur sesuatu yang mengakibatkan cedera.

• 2 – 8 mA : Akan mengakibatkan sistem saraf terganggu.• 8 – 20 mA : Korban kemungkinan sudah tidak dapat melepaskan diri

• 20 – 75 mA : Korban akan merasa sangat sakit bahkan pingsan, apabila pernafasan lumpuh selama 3 menit korban akan meninggal.


• 50 – 1000 mA : Korban bisa meninggal dunia.
•> 2.5 A : Jantung akan langsung berhenti, kulit dan jaringan bagian dalam akan terbakar.

KELELAHAN


Text Box:  " TINGKATKAN KEWASPADAAN TERHADAP BAHAYA KEBAKARAN, PELEDAKAN DAN PENYAKIT AKIBAT KERJA"Lelah merupakan suatu perasaan yang umum dialami oleh setiap manusia.

Kelalahan secara umum dapat dibedakan dalam beberapa bentuk yaitu :
  •       Kelelahan penglihatan
  •       Kelelahan fisik umum
  •       Kelelahan mental
  •       Kelelahan saraf
Kelelahan karena lingkungan

Gejala kelelahan dapat diidentifikasikan dari :
§  Tidak dapat berkonsentrasi terhadap yang dikerjakan.
§  Perlambatan dan hambatan persepsi dan reaksi.
§  Penurunan kemauan atau dorongan untuk kerja.
§  Kurangnya efisiensi kegiatan fisik dan mental.

ACCIDENT INVESTIGATION / PENYELIDIKAN KECELAKAAN


Kecelakaan bisa menimpa siapa saja, di mana saja dan kapan saja, yang merupakan suatu keadaan / kejadian yang tidak     direncanakan, tidak diingikan dan tidak diduga dari semula yang mempunyai sifat merugikan terhadap manusia (cedera) maupun peralatan 
( kerusakan ).

Suatu kejadian / kecelakaan pasti akan menimbulkan suatu kerugian, untuk menanggulangi kecelakaan serupa terjadi lagi dan meminimalisasi kerugian maka sangat perlu dilakukan penyelidikan kecelakaan untuk mencari penyebab terjadinya kecelakaan dan memberikan rekomendasi tindakan pencegahan.

Menghindari Bahaya di Sekitar Rumah


Rumah merupakan dambaan bagi keluarga, dimana di dalamnya terdiri dari orang tua dan anak dan sanak keluarga lainnya.
Di samping tempat berteduh, rumah juga merupakan tempat membina anak-anak kita. Kita akan senang bila melihat keadaannya bersih dengan pagar halaman yang bagus dan tanaman bunga yang indah serta penghuninya yang ramah. Tetapi walaupun demikian  kita perlu waspada terhadap keadaan sekitar rumah, agar terhindar dari kecelakaan. 

Kamis, 07 Oktober 2010

Penataan Tempat Kerja




Salah satu aspek yang dapat meningkatkan efektifitas dan efesiensi kerja adalah penataan tempat kerja. Penataan tempat kerja berarti menyimpan barang dan alat kerja di tempat yang benar dan tepat. Penempatan barang dan alat kerja di tempat yang tepat akan menghemat waktu pengambilan pada saat barang atau alat kerja tsb diperlukan. Bisa dibayangkan apabila penempatan barang atau alat kerja di suatu perusahaan tidak diatur sedemikian rupa, maka berapa banyak waktu yang terbuang untuk mencari barang yang diperlukan.

Dalam penataan tempat kerja, yang sangat diutamakan adalah fungsi dari barang tersebut bagi kegiatan kerja. Jika segala sesuatu disimpan di tempat tertentu demi menjaga mutu dan keamanan tempat kerja bisa dikatakan tempat kerja tersebut tertata dengan rapi.
  
Untuk dapat melakukan penataan tempat kerja, mulailah dari memilih barang yang seharusnya disimpan, seperti yang sudah dilakukan dalam kegiatan Sisih (5 S) yaitu : 

  • Barang yang sering dipergunakan minimal sekali seminggu, simpan di dekat tempat kerja. 
  • Barang yang dipergunakan lebih dari sekali dalam sebulan, simpan disuatu tempat di area kerja. 
  • Barang yang dipergunakan sekali dalam setahun terakhir, simpan di tempat lain. 
  • Barang yang sama sekali tidak dipergunakan untuk mendukung kegiatan kerja, dibuang. (Dibuang bukan berarti langsung jadi sampah tetapi dilihat apakah barang tsb masih bisa dipakai oleh bagian lain di tempat lain, atau bisa dijual atau menjadi sampah)

Setelah diketahui jumlah barang yang harus disimpan di tempat kerja; langkah selanjutnya adalah : 
  • Penentuan tempat penyimpanan 
  • Pengaturan tempat penyimpanan 
  • Patuhi aturan penyimpanan.

Penentuan Tempat Penyimpanan


Hal yang harus diperhatikan dalam menentukan tempat penyimpanan adalah, kesesuaian dengan tempat kerja dan pola penyimpanan. Tanpa ada pola yang ditentukan berarti melakukan pemborosan waktu untuk pencarian barang bila diperlukan.

Pengaturan Tempat Penyimpanan


Langkah selanjutnya adalah menentukan bagaimana barang akan ditata di tempat tersebut. Hal yang penting adalah barang yang disimpan harus dapat segera mungkin diketahui tempatnya dan diambil bila diperlukan. Untuk lebih mempermudah dalam pencarian barang, tandailah tempat penyimpanan.

 

Patuhi Aturan Penyimpanan

Setiap barang yang diambil dari tempat penyimpanan, harus dikembalikan ketempat tersebut segera setelah selesai digunakan.
Langkah tersebut akan membuat tempat kerja menjadi tertata rapi, yang berarti menghemat pemakaian waktu yang digunakan untuk mencari barang.
  
Penempatan barang dan alat kerja dengan benar dapat mengurangi kemungkinan kecelakaan seperti terantuk, terjatuh, kejatuhan barang atau alat kerja dll

Bekerja di ketinggian dengan aman

Tempat ketinggian adalah tempat kerja yang rawan kecelakaan . Bila seorang pekerja saat bekerja di ketinggian melakukan sedikit saja kelalaian, maka akan dapat menimbulkan kecelakaan baik bagi dirinya, orang lain ataupun rusaknya peralatan kerja.

Salah satu resiko kecelakaan yang paling sering terjadi ketika seseorang bekerja di tempat ketinggian yaitu terjatuh dari tempat kerjanya dan jatuh ke tempat yang lebih rendah. Dalam hal ini si pekerja yang terjatuh dapat mengalami luka ringan hingga berat atau bahkan menjadi meninggal.

PERTOLONGAN PERTAMA PADA KORBAN PATAH TULANG DAN DISLOKASI

Kecelakaan ringan atau berat dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Untuk itu pengetahuan akan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) tidak saja vital pada saat terjadi kecelakaan , tetapi bisa berarti keberuntungan atau kemalangan seumur hidup bagi korban yang ditolong . Maksud daripada P3K adalah suatu tindakan yang pertama sebelum korban dibawa ke team medis atau untuk memperoleh fasilitas kesehatan yang lebih baik .