SELAMAT DATANG ---- UTAMAKAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA ----

Kamis, 07 Oktober 2010

PERTOLONGAN PERTAMA PADA KORBAN PATAH TULANG DAN DISLOKASI

Kecelakaan ringan atau berat dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Untuk itu pengetahuan akan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) tidak saja vital pada saat terjadi kecelakaan , tetapi bisa berarti keberuntungan atau kemalangan seumur hidup bagi korban yang ditolong . Maksud daripada P3K adalah suatu tindakan yang pertama sebelum korban dibawa ke team medis atau untuk memperoleh fasilitas kesehatan yang lebih baik .

Tujuan sesungguhnya dari P3K adalah untuk mencegah agar cedera yang timbul tidak lebih parah, menghentikan perdarahan, mencegah nyeri dan menjamin fungsi saluran napas, sehingga korban dapat terselamatkan dari bahaya maut semaksimal mungkin. Ada juga korban tidak hanya mengalami trauma sejenis, tetapi juga kompleks sehingga penolongpun diharuskan untuk mampu memberikan pertolongan sekaligus atau sesuai prioritas yang mengancam nyawa.
Dalam kesempatan safety talk kali ini kita akan bahas secara praktis salah satu tindakan P3K pada kasus-kasus cedera pada alat gerak .
1. Pertolongan Pertama pada Korban Patah tulang
Pada kecelakaan akibat benturan dengan benda keras terhadap tangan atau kaki harus dipikirkan kemungkinan terjadinya patah tulang.
Ada dua jenis patah tulang, yaitu patah tulang tertutup dan terbuka. Pada jenis pertama, terjadi patah tulang tanpa ada luka di permukaan kulit. Biasanya, daerah di sekitar tulang yang patah menjadi bengkak dan tampak bentuk anggota tubuh tidak normal. Pada jenis kedua, tulang yang patah keluar ke permukaan kulit dari tempat luka.
Pertolongan mesti dilakukan hati-hati karena selalu ada bahaya infeksi, dan gerakan tulang yang patah dapat melukai pembuluh darah sekitarnya. Infeksi bisa terjadi baik pada luka maupun tulang. Hati-hati pula dalam menolong korban dengan dugaan patah tulang leher, tulang belakang, dan tulang rusuk, karena komplikasi yang mengancam nyawa atau menyebabkan lumpuh.
Prinsip pertolongan pada penderita patah tulang adalah membatasi dan mengurangi pergerakan. Ini karena pergerakan dapat menimbulkan luka jaringan lain di sekitar tulang, sehingga menimbulkan nyeri yang terkadang bisa membuat penderita syok atau pingsan.
Untuk segala jenis patah tulang, pertolongan pertama yang harus dilakukan yaitu pembidaian. Pada patah tulang terbuka, sebaiknya luka ditutup sementara dengan kain bersih. Bila ada perdarahan, hentikan. Segera bawa penderita ke fasilitas kesehatan yang dilengkapi dengan dokter dan bila mungkin alat rontgen.

Dislokasi
Dislokasi atau sendi meleset adalah terlepasnya sendi dari tempatnya. Dalam melakukan pertolongan, perhatikan ada-tidaknya patah tulang .Dan jaga agar daerah sendi yang mengalami dislokasi tidak banyak digerakkan.Gunakanlah bidai. Untuk melakukan reposisi tidaklah mudah. Jadi, jika Anda tidak begitu yakin bisa melakukannya, sebaiknya bawa penderita ke rumah sakit.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar